"Ndi sebenarnya aku suka sama kamu"
"Hah? Bener? Apa yang kamu suka dari aku sep?"
"Emang harus ya ada alasan nya?" Tegasku
"Ya kalo gak, gapapa juga sih. Gak masalah"
"Terus kamu gimana kalo ada orang yg suka sama kamu Ndi?"
"Ya.. pertama aku harap aku bisa berhubungan baik dengan nya"
"Oh gitu ya Ndi.. em"
Nama ku Septiany putri, saat aku SMA aku pernah menyukai seseorang. Saat kelas X aku adalah siswa yang lugu, pendiam, berteman pun tak banyak. Setahun kemudian, tepat kelas XI aku mulai menyukai teman sekelasku Andi Wijayanto. Awal aku bertemu dengan dirinya tak ada rasa apapun. Seperti yang dikatakan orang-orang 'the first love at first sight' aku tak merasakannya, biasa saja.
2 bulan kemudian, anehnya sebagai teman sekelas aku sama sekali tak pernah berdialog langsung dengan Andi. Paling-paling cuma lewat chatting atau BBM. Disitulah perasaan ku mulai ada, saat-saat yang paling aku tunggu dan mengesankan adalah chattingan sama Andi.
Andi adalah tipe laki-laki yang berbeda dari yang lainnya. Dia tak seperti cowok pemalas yang biasa ku dapati. Andi adalah seorang cowok yang baik, santun, rajin, dan cerdas. Namun aku bingung akan ku apakan perasaan suka ku ke Andi. Akhirnya aku memilih jujur dengan nya. Itu lah jawaban nya. Aku merasa lega karena sudah mengatakannya. Tapi, aku takut membuat Andi risih dan tak nyaman setelah dia tau semuanya.
Pagi itu tak seperti biasanya, Andi cowok yang tiap datang selalu mengucapkan 'ohayo' kepada teman sekelasnya. Kini tidak lagi, aku pikir pasti karena kejujuran ku tadi malam. Ku beranikan diri mendekatinya, hati ku deg degan tak jelas, suhu tubuh ku tiba-tiba naik, aku pikir wajar ketika berdekatan dengan orang yang kita suka, tapi tiba-tiba aku pingsan tak merasakan apa-apa lagi.
Beberapa menit kemudian, aku tersadar. Aku terkejut, Andi di depan ku.
"Loh Ndi ngapain kamu disini" ini kali pertama aku berdialog langsung dengannya
"Syukur kamu sudah sadar sep"
"Iya Ndi tadi aku pingsan ya"
"Iya Sep, tepat di depan ku,memangnya ada yang ingin kamu bicarakan ya Sep?"
"Gak Ndi gak ada apa-apa kok"
"Jangan bohong Sep"
"Emm.. sebenernya aku pengen tanya ke kamu Ndi, apa yang aku katakan ke kamu tadi malam itu salah?"
"Oh.. tenang aja Sep, kamu gak perlu takut aku risih atau ga enak. Kan sudah ku jawab tadi malam" raut senyum terpancar di bibirnya
"Maksud kamu apa an Ndi?"
"aku harap aku bisa berhubungan baik dengan orang yang menyukai ku"
"Ehh .jadi? Bentar bukan berarti aku nyatain perasaan ke kamu ya Ndi" ucapku sewot
"Iya Sep aku paham, sebenarnya aku juga merasakan hal yang sama ke kamu"
"Oh gitu ta Ndi" aku beranjak dari tempat uks keluar dengan berlari terengah-engah
Disitulah kisah akhirnya, aku jadi populer karena menjalin hubungan dengan Andi, Andi memang punya banyak teman karena keramahan dan sikap santunnya. Aku tidak berpacaran dengan Andi, namun kami berjanji sama-sama akan menjaga perasaan satu sama lain hingga waktu yang telah ditentukan itu tiba.
Ini cerpen gua bikin pas ga ada kerjaan sebagian kisahnya ada pengalaman gua ��
Tidak ada komentar:
Posting Komentar