Derap langkah kakinya
membangunkan tidur pulasku. Srek srek srek. Terdengar bagai langkah menyeret
benda berat. Ku lirik lewat jendela usang kecil berdebu itu. Slurp..ah aSh..
“darahnya luar biasa..tak ada yang begini sebelumnya.. perpaduan rasa yang luar
biasa!!” Dheg! Pemandangan apa ini, bangkai manusia besar tergeletak tak
berdaya dihadapanku, usus-usus berhambur bagai sedotan kanibal yang menikmati
santapannya itu. Tak ada kata yang bisa ku ucap, bibirku bergetar hingga
terdengar suara. Whut! Kanibal itu melirik ke arah ku. Aku kabur, lari sekuat
tenaga! Namun tak ada gunanya, kanibal itu mendahului langkah kaki ku. “Hai!”
ucap kanibal itu. “oh.. hai! Ka..kamu siapa?” . “Namaku Akabane, ya itu nama
lengkapku”. Lelaki itu tampan sekali, rambut merahnya yang lagi-lagi bersinar
bak matahari menyilaukan pupil mataku. “oh.. hai Akabane, kau sangat..” ups apa
yang akan ku katakan padanya, baka baka” raut wajahku masih sangat ciut setelah
menghadapi kanibal itu, tapi.. siapa lelaki yang berdiri didepanku ini, siapa
dia?!
“Um.. siapa namamu?”
“namaku.. anu.. anu.. Kia
Kirishima”
“nama yang bagus.. salam kenal ya
kia-chan^^!”
“dheg!, anu.. akabane’ siapa
dirimu? Darimana kau datang, bukankah ini tempat yang mengerikan? A..apa yang
kau lakukan disini?”
“seharusnya akulah yang bertanya
seperti itu padamu, kia-chan! Kau kan perempuan?!”
“uhm.. tidak, akabane jawablah
dulu pertanyaanku”
“baiklah jika kau memaksaku,
kia-chan.. sebenarnya ..” akabane mendekat dan membisikkan telingaku “akulah
yang makan siang tadi”
“uhaahhh.. tidak tidak,
menjauhlah dariku! Aku tidak ingin berteman dengan kanibal sepertimu! Menjauh!
Aaaaa...
Dheg! Aku terjatuh dari ranjang
tidurku. Iie... aku bermimpi itu lagi....
“Kia-chan! Cepatlah bangun, hari
ini hari senin. Kebiasaan burukmu itu tidak baik jika terus dilakukan, ingatlah
semester depan kau sudah kuliah”. Teriak bibi Miki dari luar kamar
“oiya bi, kau tak usah meneriakki
ku setiap pagi, aku ingat hari ini
senin”
Beginilah aku mengawali pagi,
teriakkan bibi Miki yang tak usang menembus lubang telingaku. hal ini sudah
menjadi kebiasaanku, aku tinggal dirumah bibi Miki, karena orangtuaku sibuk
dengan pekerjaan mereka di Amerika. apalagi tadi malam lagi-lagi aku bermimpi
bertemu kanibal tampan itu. Aku lelah.. ucapku fyuhh. “Aku berangkat...”
“hati-hati kia-chan, banyak
lelaki jahat diluar sana”
Ffu.. masa bodo dengan lelaki,
lelaki itu mengerikan. Terlebih dengan yang kutemui dalam mimpiku. Ya! Aku Kia
Kirishima, cewek yang sudah hampir 16 tahun jomblo! Karena ke-tomboiaan ku.
Para lelaki jadi tak ingin mendekatiku, itu sih bukan masalah besar bagiku.
Karena ada atau tidak adanya pacar disampingku, ya tetap saja aku begini.
Mungkin kemungkinan kecilnya jika aku punya pacar, sikapku berubah menjadi
cewek tulen! Tidak tidak! Tidak mau!.
Sepanjang jalan ku habiskan
sambil memikirkan hal itu, akh tidak penting sama sekali.
__________________________________________________________________________________
Saat tiba
disekolah.........................
“dasar jones! Hahahahahahahaha”
Gelak tawa teman-temanku selalu
membumbui telingaku, biarkan. Terserah kalian ingin bilang apa, hueeekks.
‘hai-hai Kia-chan, sudah berapa
lama kau menjomblo?! Ehmm pffftt hahahah”
“saat kau terus meneriakki
telingaku dengan suara sumbangmu itu!” dengan sengaja aku menginjak kakinya.
“auuuu,,, aduh... Kia-chan? Ada
apa denganmu? Apa kau marah?!, sepertinya ada yang aneh dari dirimu”
“Hei teman-teman, Kia-chan marah,
ya dia menginjak kaki Maru dengan sengaja!”
“uhahhh??! Serius nih?
Jangan-jangan dia sudah tak tahan menjomblo selama itu! Bhaks”
Ejekkannya semakin menjadi-jadi,
aku juga merasakan hal aneh dalam diriku. Mengapa aku marah?! Apa alasanku
marah, ini kan sudah menjadi kebiasaan mereka padaku...” hm...
Namun.. kali ini aku benar-benar
sudah muak!
“Pak, aku izin keluar!” aku
berlari kencang entah kemana, kenapa ini? Hinaan yang sudah biasa dilayangkan
teman-temanku itu padaku, kini melekat dihatiku bagai pisau tajam menusuk
relung hatiku! Tidak bisa dibiarkann!” aku berlari sekencang-kencangnya tak tau
arah kemana.. tiba tiba...
Brukkk!! “maafkan aku! Maafkan
jomblo yang telah menabrakmu ini! Aku menunduk kearahnya. Entah siapa yang
telah ku tabrak itu.
“hm.. Kia-chan? Kenapa kau
menangis?”
“hah.. apa? Aku menangis?
Hwaaaa... sapu-sapu”
“ini..” cowok itu memberikan sapu
tangannya padaku, aku melihat kearahnya dan...
“AKABANE? BUKANKAH KAU AKABANE?
COWOK KANIBAL YANG MEMAKAN MANUSIA DIDEPANKU ITU? Tapi... itu kan hanya dalam
mimpi?!”
“Ah tidak-tidak, aku salah orang,
pasti bukan! Aka-kun itu tidak nyata! Maafkan aku, ini sapu tanganmu”
Dia menjerat lenganku dengan
lengannya..”Kia-chan, aku memang aka-kun yang kau temui dalam mimpimu itu”
Jlebb.. seketika darahku memompa
lebih kencang! Apa-apaan ini. Pasti aku sedang berada dibawah alam sadarku.
“Hwaa... lepaskan..”
“Kia-chan... “daisuki
ne”’..whuwhu
Aku tak mendengar kata-kata
terakhirnya itu, apa yang dia bilang? Aka-kun bersekolah disekolah yang sama
denganku. Tak mungkin!
Aku langsung masuk kelas tanpa
permisi dengan pak guru, tanpa sadar.. huh, untuk dia guru yang ramah
Teman-teman menyembunyikan tawa
kecilnya. Apalagi Maru, dia adalah teman disebelahku. Orangnya sangat usil!.
Aku ingin membalas perlakuannya. Saat aku berbalik...
“hwaa... Kia-chan, kenapa
matamu?!”
“hah kenapa?, hwaaa!! Darah!!! Ya
darah!!”
“pak izin keluar!”
Lagi-lagi aku harus direpotkan
karena harus membasuh pelupuk mataku yang melekat darah ini. Apa ini, apa
karna....hah! sapu tangan! Sapu tangan cowok yang mirip Aka-kun!
To be continue
