Minggu, 17 Januari 2016

Yandere oh My Bofi #1 *sebuah cerpen

Derap langkah kakinya membangunkan tidur pulasku. Srek srek srek. Terdengar bagai langkah menyeret benda berat. Ku lirik lewat jendela usang kecil berdebu itu. Slurp..ah aSh.. “darahnya luar biasa..tak ada yang begini sebelumnya.. perpaduan rasa yang luar biasa!!” Dheg! Pemandangan apa ini, bangkai manusia besar tergeletak tak berdaya dihadapanku, usus-usus berhambur bagai sedotan kanibal yang menikmati santapannya itu. Tak ada kata yang bisa ku ucap, bibirku bergetar hingga terdengar suara. Whut! Kanibal itu melirik ke arah ku. Aku kabur, lari sekuat tenaga! Namun tak ada gunanya, kanibal itu mendahului langkah kaki ku. “Hai!” ucap kanibal itu. “oh.. hai! Ka..kamu siapa?” . “Namaku Akabane, ya itu nama lengkapku”. Lelaki itu tampan sekali, rambut merahnya yang lagi-lagi bersinar bak matahari menyilaukan pupil mataku. “oh.. hai Akabane, kau sangat..” ups apa yang akan ku katakan padanya, baka baka” raut wajahku masih sangat ciut setelah menghadapi kanibal itu, tapi.. siapa lelaki yang berdiri didepanku ini, siapa dia?!
“Um.. siapa namamu?”
“namaku.. anu.. anu.. Kia Kirishima”
“nama yang bagus.. salam kenal ya kia-chan^^!”
“dheg!, anu.. akabane’ siapa dirimu? Darimana kau datang, bukankah ini tempat yang mengerikan? A..apa yang kau lakukan disini?”
“seharusnya akulah yang bertanya seperti itu padamu, kia-chan! Kau kan perempuan?!”
“uhm.. tidak, akabane jawablah dulu pertanyaanku”
“baiklah jika kau memaksaku, kia-chan.. sebenarnya ..” akabane mendekat dan membisikkan telingaku “akulah yang makan siang tadi”
“uhaahhh.. tidak tidak, menjauhlah dariku! Aku tidak ingin berteman dengan kanibal sepertimu! Menjauh! Aaaaa...
Dheg! Aku terjatuh dari ranjang tidurku. Iie... aku bermimpi itu lagi....


“Kia-chan! Cepatlah bangun, hari ini hari senin. Kebiasaan burukmu itu tidak baik jika terus dilakukan, ingatlah semester depan kau sudah kuliah”. Teriak bibi Miki dari luar kamar
“oiya bi, kau tak usah meneriakki ku setiap pagi, aku ingat  hari ini senin”
Beginilah aku mengawali pagi, teriakkan bibi Miki yang tak usang menembus lubang telingaku. hal ini sudah menjadi kebiasaanku, aku tinggal dirumah bibi Miki, karena orangtuaku sibuk dengan pekerjaan mereka di Amerika. apalagi tadi malam lagi-lagi aku bermimpi bertemu kanibal tampan itu. Aku lelah.. ucapku fyuhh. “Aku berangkat...”
“hati-hati kia-chan, banyak lelaki jahat diluar sana”
Ffu.. masa bodo dengan lelaki, lelaki itu mengerikan. Terlebih dengan yang kutemui dalam mimpiku. Ya! Aku Kia Kirishima, cewek yang sudah hampir 16 tahun jomblo! Karena ke-tomboiaan ku. Para lelaki jadi tak ingin mendekatiku, itu sih bukan masalah besar bagiku. Karena ada atau tidak adanya pacar disampingku, ya tetap saja aku begini. Mungkin kemungkinan kecilnya jika aku punya pacar, sikapku berubah menjadi cewek tulen! Tidak tidak! Tidak mau!.
Sepanjang jalan ku habiskan sambil memikirkan hal itu, akh tidak penting sama sekali.

__________________________________________________________________________________

Saat tiba disekolah.........................
“dasar jones! Hahahahahahahaha”
Gelak tawa teman-temanku selalu membumbui telingaku, biarkan. Terserah kalian ingin bilang apa, hueeekks.
‘hai-hai Kia-chan, sudah berapa lama kau menjomblo?! Ehmm pffftt hahahah”
“saat kau terus meneriakki telingaku dengan suara sumbangmu itu!” dengan sengaja aku menginjak kakinya.
“auuuu,,, aduh... Kia-chan? Ada apa denganmu? Apa kau marah?!, sepertinya ada yang aneh dari dirimu”
“Hei teman-teman, Kia-chan marah, ya dia menginjak kaki Maru dengan sengaja!”
“uhahhh??! Serius nih? Jangan-jangan dia sudah tak tahan menjomblo selama itu! Bhaks”
Ejekkannya semakin menjadi-jadi, aku juga merasakan hal aneh dalam diriku. Mengapa aku marah?! Apa alasanku marah, ini kan sudah menjadi kebiasaan mereka padaku...” hm...
Namun.. kali ini aku benar-benar sudah muak!
“Pak, aku izin keluar!” aku berlari kencang entah kemana, kenapa ini? Hinaan yang sudah biasa dilayangkan teman-temanku itu padaku, kini melekat dihatiku bagai pisau tajam menusuk relung hatiku! Tidak bisa dibiarkann!” aku berlari sekencang-kencangnya tak tau arah kemana.. tiba tiba...
Brukkk!! “maafkan aku! Maafkan jomblo yang telah menabrakmu ini! Aku menunduk kearahnya. Entah siapa yang telah ku tabrak itu.
“hm.. Kia-chan? Kenapa kau menangis?”
“hah.. apa? Aku menangis? Hwaaaa... sapu-sapu”
“ini..” cowok itu memberikan sapu tangannya padaku, aku melihat kearahnya dan...
“AKABANE? BUKANKAH KAU AKABANE? COWOK KANIBAL YANG MEMAKAN MANUSIA DIDEPANKU ITU? Tapi... itu kan hanya dalam mimpi?!”
“Ah tidak-tidak, aku salah orang, pasti bukan! Aka-kun itu tidak nyata! Maafkan aku, ini sapu tanganmu”
Dia menjerat lenganku dengan lengannya..”Kia-chan, aku memang aka-kun yang kau temui dalam mimpimu itu”
Jlebb.. seketika darahku memompa lebih kencang! Apa-apaan ini. Pasti aku sedang berada dibawah alam sadarku.
“Hwaa... lepaskan..”
“Kia-chan... “daisuki ne”’..whuwhu
Aku tak mendengar kata-kata terakhirnya itu, apa yang dia bilang? Aka-kun bersekolah disekolah yang sama denganku. Tak mungkin!
Aku langsung masuk kelas tanpa permisi dengan pak guru, tanpa sadar.. huh, untuk dia guru yang ramah
Teman-teman menyembunyikan tawa kecilnya. Apalagi Maru, dia adalah teman disebelahku. Orangnya sangat usil!. Aku ingin membalas perlakuannya. Saat aku berbalik...
“hwaa... Kia-chan, kenapa matamu?!”
“hah kenapa?, hwaaa!! Darah!!! Ya darah!!”
“pak izin keluar!”

Lagi-lagi aku harus direpotkan karena harus membasuh pelupuk mataku yang melekat darah ini. Apa ini, apa karna....hah! sapu tangan! Sapu tangan cowok yang mirip Aka-kun!

To be continue


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

5 tahun kemudian

 ~~~~~~~~~~~~~~~~~ sesuai judul yak... Lichan kembali lagi setelah 5 tahun tidak menulis di blog ini, ada banyak sekali perubahan dalam hidu...