Suatu hari di taman yang indah ditengah kota, tempat orang-orang beristirahat, menunggu lalu-lalang berbagai kegiatan makhluk hidup. Pada suatu ketika, taman itu menjadi sebuah tempat yang sangat buruk. sampah berserakan, kaleng-kaleng bekas minuman ada dimana-mana. Aku tercengang.. mengapa? ada apa dengan tempat ini?, ucapku. Baru saja aku ingin memasuki taman itu, kulihat ada seorang guru dengan sepeda ontelnya. dengan wajah yang mulai menua, baju dinas yang tertata rapi, berjalan tegap dengan mantap. Ia menatap taman yang biasanya penuh dengan keindahan itu berserakan dengan sampah dan terlihat usang. anehnya aku melihat senyum tipis tersungging di bibir nya. Guru tua itu mulai mengambil kaleng bekas minuman yang berserakan di taman itu.. tapi, kenapa dia hanya mengambil satu kaleng? kenapa tidak semuanya? apakah ia malas? atau hanya sekedar pamer dengan ku?. setelah mengambil satu kaleng itu, dia pergi dengan ontelnya. mengayuh sepedanya perlahan.
Keesokan harinya, saat aku pulang sekolah. Di taman itu terlihat guru tua yang kemarin, entah kenapa dia mengulangi nya lagi. Ya.. dia mengambil satu kaleng bekas itu lagi. memang semakin hari semakin bertambah banyak, tak ada seorangpun yang peduli. meski ditengah kota, apakah pemerintah tak memperhatikannya, sibuk dengan rapat-rapat kantornya, sementara itu seorang guru tua yang terlihat begitu sederhana berusaha memperbaikinya. walau hanya dengan satu kaleng bekas yang di pungut nya setiap hari. aku pun tersentuh oleh guru itu, loh.. kenapa aku tak membantunya? padahal setiap hari aku pulang melewati taman ini kan... sungguh kenyataan yang ironi. dengan begitu aku pun ikut memungut kaleng bekas itu dengan mantap berjalan dibelakang guru tua itu. Tak sepatah kata pun terkeluar dari mulutnya. dia hanya tersenyum melihat aksi ku. aku pun ikut tersenyum kepadanya.
beberapa minggu kemudian, setiap kali aku melewati taman itu. aku melihat beberapa orang yang juga melewatinya, berhenti sebentar. masuk ke taman itu. dan keluar dengan sampah di tangannya. Ternyata usaha guru tua itu tidak sia-sia.. oh jadi ini maksudnya..
gaje banarrr nih.. kasih sarannya lah xD
Keesokan harinya, saat aku pulang sekolah. Di taman itu terlihat guru tua yang kemarin, entah kenapa dia mengulangi nya lagi. Ya.. dia mengambil satu kaleng bekas itu lagi. memang semakin hari semakin bertambah banyak, tak ada seorangpun yang peduli. meski ditengah kota, apakah pemerintah tak memperhatikannya, sibuk dengan rapat-rapat kantornya, sementara itu seorang guru tua yang terlihat begitu sederhana berusaha memperbaikinya. walau hanya dengan satu kaleng bekas yang di pungut nya setiap hari. aku pun tersentuh oleh guru itu, loh.. kenapa aku tak membantunya? padahal setiap hari aku pulang melewati taman ini kan... sungguh kenyataan yang ironi. dengan begitu aku pun ikut memungut kaleng bekas itu dengan mantap berjalan dibelakang guru tua itu. Tak sepatah kata pun terkeluar dari mulutnya. dia hanya tersenyum melihat aksi ku. aku pun ikut tersenyum kepadanya.
beberapa minggu kemudian, setiap kali aku melewati taman itu. aku melihat beberapa orang yang juga melewatinya, berhenti sebentar. masuk ke taman itu. dan keluar dengan sampah di tangannya. Ternyata usaha guru tua itu tidak sia-sia.. oh jadi ini maksudnya..
gaje banarrr nih.. kasih sarannya lah xD

Tidak ada komentar:
Posting Komentar