Kimia ♥
TERMOKIMIA -
ENTALPI
I. TERMOKIMIA
Bagian ilmu kimia yang mempelajari panas atau kalor
suatu reaksi kimia disebut termokimia. Contohnya pada proses pembakaran kita
merasakan adanya panas (kalor) yang dibebaskan. Contoh lainnya adalah proses fotosintesis.
Fotosintesis hanya dapat berlangsung dengan bantuan energy cahaya matahari
(ultraviolet).
II. ENTALPI
Entalpi adalah istilah dalam termodinamika yang
menyatakan jumlah energi internal dari suatu sistem termodinamika ditambah
energi yang digunakan untuk melakukan kerja. Entalpi tidak bisa diukur, yang
bisa dihitung adalah nilai perubahannya. Secara matematis, perubahan entalpi
dapat dirumuskan sebagai berikut:
ΔH = ΔU + PΔV
di mana:
H = entalpi sistem (joule)
U = energi internal (joule)
P = tekanan dari sistem (Pa)
V = volume sistem (m3)
Entalpi (H) adalah jumlah energi yang dimiliki sistem
pada tekanan tetap. Entalpi (H) dirumuskan sebagai jumlah energi yang
terkandung dalam sistem (E) dan kerja (W).
H = E + W
dengan:
W = P × V
E = energi (joule)
W = kerja sistem (joule)
V = volume (liter)
P = tekanan (atm)
Konsep kunci menghitung entalpi :
1.Ketika reaksinya dibalik, maka besar ΔH sama, yang
berubah adalah tandanya (dari poistif menjadi negatif dan sebaliknya).
2.Ketika sebuah reaksi yang setara dikalikan dengan
bilangan pengali, maka besaran ΔH juga harus dikalikan dengan bilangan pengali
yang sama.
3.Perubahan entalpi reaksi dapat dihitung dari entalpi
pembentukan reaktan dan produknya.
4.Elemen-elemen pada kondisi standar tidak disertakan
dalam kalkulasi entalpi karena entalpi elemen tersebut pada kondisi standarnya
adalah nol.
III. ENTALPI DAN PERUBAHANNYA
Menurut teori kenetika, pada suhu di atas 00 C
(> -2730), setiap materi baik dalam wujud gas, cair atau padatan,
memiliki partikel-partikel yang selalu bergerak secara acak dan saling
bertumbukan dengan gaya yang saling meniadakan.
Perubahan entalpi pembentukan standar diukur dalam
energi per satuan unit substansi. Satuan yang sering dipakai adalah kilojoule
per mol (kJ mol−1), tapi juga dapat diukur dalam satuan kalori per
mol, joule per mol, atau kilokalori per mol. Dalam ilmu fisika, energi per
partikel sering dituliskan dalam satuan elektronvolt yang sama dengan kira-kira
100 kJ mol−1.
Di dalam atom terdapat electron yang bermuatan
negative dan proton yang bermuatan positif. Dengan adanya partikel-partikel,
terjadi gaya tarik menarik antarpartikel yang bermuatan berlawanan dan gaya
tolak menolak antarpartikel yang bermuatan sama.
Pergerakan partikel-partikel dan gaya tolak/tarik
antar partikel tersebut, menunjukkan adanya energy dalam materi. Jumlah total
energy atau kalor yang terkandung dalam suatu materi disebut entalpi,
yang diberi symbol H. Entalpi suatu zat tidak berubah (tetap) selama
tidak ada energy yang masuk atau ke luar.
Entalpi suatu zat tidak dapat diukur, tetapi hanya
perubahan entalpinya yang dapat diukur. Suatu zat mengalami perubahan entalpi
jika mengalami reaksi kimia atau perubahan fisika. Perubahan entalpi diberi
notasi ∆H. ∆H menyatakan kalor yang diterima atau dilepas, berupa
penambahan atau pengurangan energy suatu zat dalam suatu proses perubahan
materi.
IV. REAKSI EKSOTERM DAN REAKSI ENDOTERM
Perubahan entalpi bertanda positif jika reaksi
membutuhkan atau menyerap kalor, dan bertanda negative jika membebaskan kalor.
Perubahan entalpi yang bertanda positif menyatakan bahwa terdapat penambahan
entalpi materi. Sebaliknya, perubahan entalpi yang bertanda negative menyatakan
bahwa terdapat pengurangan entalpi materi yang beraksi.
Pada dasarnya, perubahan entalpi terjadi karena adanya
perpindahan energy antara system dan lingkungan. Sistem adalah sesuatu
yang menjadi pusat perhatian atau pusat pengamatan. Lingkungan adalah
daerah di luar system.
- Reaksi Eksoterm
Reaksi eksoterm adalah reaksi yang berlangsung dengan
disertai perpindahan kalor dari system ke lingkungan. Pada reaksi eksoterm
dibebaskan energy, sehingga entalpi system berkurang dan perubahan entalpi
bertanda negative. Pada reaksi eksoterm, lingkungan penerima kalor sehingga
terasa panas. Contohya ialah pembakaran.
Reaksi Endoterm
Reaksi endoterm adalah reaksi yang berlangsung dengan
disertai perpindahan kalor dari lingkungan ke system. Pada reaksi endoterm
diperlukan energy, sehingga perubahan entalpi system bertambah dan perubahan
entalpi bertanda positif. Pada reaksi endoterm, lingkungan mengalami
pengurangan kalor, sehingga suhu turun dan terasa dingin.
Contoh reaksi endoterm adalah reaksi antara barium
hidroksida (Ba(OH)2) dan kristal amonium klorida (NH4Cl) dengan beberapa tetes
air. Jika dilakukan pada tabung reaksi, bagian dasar tabung akan terasa dingin
karena sistem menyerap kalor dari lingkungan.
V. PERUBAHAN ENTALPI STANDAR (∆H0)
Perubahan entalpi dapat
terjadi pada reaksi kimia maupun pada perubahan fisika. Perubahan entalpi pada
reaksi kimia, bergantung pada jumlah zat yang direaksikan. Jika pereaksinya
semakin banyak, maka perubahan entalpi semakin besar. Perubahan entalpi pada
perubahan fisika berkaitan dengan perubahan wujud zat.
Kondisi Standar Pembentukan Entalpi:
1.Untuk gas: kondisi standar untuk gas adalah tekanan
tepat 1 bar
2.Untuk substansi pada sebuah larutan: konsentrasinya
tepat 1 M pada tekanan 1 bar
3.Untuk substansi murni pada kondisi terkondensasi
(cairan atau padatan): cairan atau padatan murni pada tekanan 1 bar
4.Untuk elemen kimia: dalam bentuk ketika elemen
tersebut paling stabil dengan tekanan 1 bar dan suhu spesifik tertentu.
(Biasanya 25 derajat Celsius atau 298.15 K). Satu pengecualian adalah fosforus:
paling stabil dengan tekanan 1 bar adalah fosforus hitam, sedangkan fosforus
putih dianggap sebagai referensi yang entalpi pembentukan standarnya nol[1].
Persamaan reaksi yang
menyertakan perubahan entalpi disebut persamaan termokimia. Pengertian
persamaan termokimia berbeda dengan persamaan reaksi stoikiometri. Pada
persamaan reaksi stoikiometri, koefisien reaksi menunjukkan angka perbandingan
jumlah mol, sedangkan koefisien reaksi pada persamaan termokimia sekaligus
menyatakan jumlah mol.
Perhatikan contoh berkut ini !
Persamaan reaksi stoikiometri : 2 H2 (g) + O2 (g) → 2
H2O(g)
Perbandingan jumlah mol H2 : jumlah mol O2 : jumlah
mol H2O = 2 : 1 : 2
Jadi, perbandingan jumlah mol zat-zat tersebut dapat
dinyatakan :
2 mol H2 : 1 mol O2 : 2 mol H2O
Persamaan termokimia : 2 H2 (g) + O2 (g) → 2 H2O(g) ∆H
= - 484 kJ
Pada reaksi antara 2 mol H2 dengan 1 mol dengan 1 mol
O2 untuk menghasilkan 2 mol H2O dibebaskan kalor 484 kJ.
Kalor yang dibebaskan atau diperlukan (∆H) pada suatu
reaksi, bergantung pada suhu dan tekanan saat reaksi berlangsung. Kalor yang
dibebaskan atau diperlukan pada reaksi 1 mol zat yang berlangsung pada suhu
250C (298 K) dan tekanan 1 atm disebut perubahan entalpi standar (∆H0). Satuan
∆H0 adalah kJ/mol. Perubahan entalpi standar ini disebut juga kalor reaksi
standar.
VI. JENIS PEMBENTUKAN ENTALPI
6.1 Perubahan Entalpi Pembentukan Standar (∆Hof)
Entalpi pembentukan standar menyatakan nilai kalor
yang dibebaskan atau diperlukan untuk proses pembentukan 1 mol senyawa dari
unsur-unsurnya, pada keadaan standar (298 K, 1 atm). Entalpi pembentukan
standar diberi notasi ∆H0f.
6.2 Perubahan Entalpi Penguraian Standar (∆Hod)
Entalpi penguraian standar menyatakan nilai kalor yang
dibebaskan atau diperlukan untuk proses penguraian 1 mol senyawa menjadi
unsur-unsurnya, pada keadaan standar (298 K, 1 atm). Entalpi pembentukan
standar diberi notasi ∆H0d.
Jumlah kalor yang dibebaskan pada pembentukan senyawa
dari unsur-unsurnya, sama dengan jumlah kalor yang diperlukan pada penguraian
senyawa tersebut menjadi unsur-unsurnya. Jadi, entalpi penguraian merupakan
kebalikan dari entalpi pembentukan pada senyawa yang sama. Dengan demikian,
jumlah kalor sama, tetapi memiliki tanda berlawanan karena reaksi berlawanan
arah.
6.3 Perubahan Entalpi Pembakaran Standar (∆Hoc)
Entalpi pembakaran standar menyatakan kalor yang
dibebaskan untuk proses pembakaran 1 mol zat (unsur atau senyawa), pada keadaan
standar (298 K, 1 atm). Entalpi pembakaran standar diberi notasi ∆Hc0.
6.4 Perubahan Entalpi Pelarutan Standar (∆Hos)
Entalpi pelarutan standar adalah perubahan entalpi
pada pelarutan 1
mol zat yang menghasilkan larutan encer pada keadaan standar.
Contoh : NaOH(s) →NaOH(aq) ∆Hos = -23 kj/mol
mol zat yang menghasilkan larutan encer pada keadaan standar.
Contoh : NaOH(s) →NaOH(aq) ∆Hos = -23 kj/mol
VII. Perhitungan Perubahan Entalpi Reaksi
Perhitungan perubahan entalpi atau perubahan kalor
pada suatu reaksi didasarkan pada Hukum Hess, data entalpi pembentukan dan data
energi ikatan.
7.1 Berdasarkan Hukum Hess
Hukum Hess dikemukakan oleh Germain Henri Hess. Hukum
Hess menyatakan bahwa :
"Kalor reaksi yang dibebaskan atau diperlukan
pada suatu reaksi tidak bergantung pada jalannya reaksi, tetapi bergantung pada
keadaan akhir (zat-zat hasil reaksi)".
Hukum Hess ini dapat juga dinyatakan sebagai berikut :
"Perubahan entalpi suatu reaksi tetap sama, baik
berlangsung dalam satu tahap maupun beberapa tahap".
Contoh, reaksi pembentukan SO3(g)
(1) melalui satu tahap reaksi : S(s) + O2(g) → SO3(g)
ΔH = - 396 kJ
(2) melalui dua tahap reaksi :
Reaksi (1) : S(s) + O2(g) → SO2(g) ΔH = - 297
Reaksi (2) : SO2(g) + O2(g) → SO3 (g) ΔH = -99
Jika kedua tahap reaksi pembentukan SO3(g)
dijumlahkan, maka diperoleh kalor reaksi yang sama seperti pada reaksi
pembentukan SO3 (g) pada reaksi (1). Jika kalor reaksi dijumlahkan, maka juga
akan diperoleh kalor reaksi yang sama seperti reaksi pembentukan SO3 (g) pada
reaksi (1).
Reaksi (1) : S(s) + O2(g) → SO2(g) ΔH = - 297
Reaksi (2) : SO2(g) + O2(g) → SO3 (g) ΔH = -99
S(s) + (g) → SO3(g) ∆H = - 396
Jadi, nilai entalpi reaksi pembentukan SO3(g) tetap
sama, baik berlangsung melalui satu tahap ataupun beberapa tehap reaksi.
Contoh :
Reaksi (1) : C2H5OH + 3 O2 → 2 CO2 + 3 H2O ∆H = - 1386
kJ
Reaksi (2) : 2 CH3CHO + 5 O2 → 4 CO2 + 4 H2O ∆H = -
2352 kJ
Tentukan ∆H reaksi : 2 C2H5OH + O2 → 2 CH3CHO + 2 H2O
Jawab :
Perhatikanlah bahwa dari reaksi yang ditanyakan yang
dijadikan patokan adalah 2 C2H5OH dan 2 CH3CHO, sedangkan O2 dan 2 H2O tidak
dapat dijadikan patokan karena terdapat pada reaksi (1) dan reaksi (2). Reaksi
(1) dikalikan 2 dan reaksi (2) dibalik sehingga diperoleh :
Reaksi (1) : 2 C2H5OH + 6 O2 → 4 CO2 + 6 H2O ∆H = -
2772 kJ
Reaksi (2) : 4 CO2 + 4 H2O → 2 CH3CHO + 5 O2 ∆H = +
2352 kJ
2 C2H5OH + O2 → 2 CH3CHO + 2 H2O ∆H = - 420 kJ
7.2 Berdasarkan Data Entalpi Pembentukan
Berdasarkan cara ini, data entalpi yang diketahui
harus berupa data entalpi pembentukan. Zat-zat pereaksi dianggap mengalami
reaksi penguraian dan zat-zat hasil reaksi dianggap mengalami reaksi
pembentukan. Jadi, entalpi penguraian suatu zat sama dengan entalpi
pembentukannya, tetapi memiliki tanda berlawanan.
p A + q B → r C + s D ∆Hr = .....?
∆H reaksi = ∆Hf0 hasil reaksi - ∆Hf0 pereaksi
= (r ∆Hf0 C + s ∆Hf0 D) - (p ∆Hf0 A + q ∆Hf0 B)
∆Hf0 O2 tidak diikutsertakan dalam perhitungan
entalpi, sebab sesuai dengan kesepakatan, entalpi unsur dalam bentuk yang lebih
stabil dianggap sama dengan nol.
Contoh :
Diketahui kalor pembentukan(∆Hf0) dari C2H6 (g),
CO2(g), H2O(l) masing-masing adalah – 85 , -394 , dan – 286 . Tentukan ∆Hc0
pembakaran C2H6(g).
Jawab :
Reaksi Pembakaran C2H6(g) :
C2H6(g) + O2(g) → 2 CO2(g) + 3 H2O(l) ∆Hr = ?
∆Hr = ∆Hf0 hasil - ∆Hf0 pereaksi
= ( 2 ∆Hf0 CO2 + 3 ∆Hf0 H2O ) - (∆Hf0 C2H6)
= (- 788) – 858 + 85 = - 1561
Jadi, ∆Hc0 C2H6(g) = - 1561
7.3 Berdasarkan Energi Ikatan
Suatu unsur atau senyawa terbentuk melalui ikatan
antaratom penyusunnya. Ikatan-ikatan antaratom ini memiliki harga energi ikatan
tertentu.
Pada saat bereaksi, dianggap semua molekul pereaksi
memutuskan ikatannya sehingga menjadi atom-atom bebas. Proses pemutusan ikatan
memerlukan sejumlah energi, sehingga perubahan entalpinya bertanda positif.
Selanjutnya, atom-atom bebas (hasil penguraian pereaksi) ini membentukan
zat-zat hasil reaksi melalui pembentukan ikatan baru. Peristiwa pembentukan
ikatan membebaskan sejumlah energi, sehingga perubahan entalpi bertanda
negatif.
p A + q B → r C + s D ∆Hr = .....?
∆Hreaksi=(energi total pemutusan ikatan) - (energi
total pembentukan ikatan)
Contoh :
Diketahui kalor pembakaran :
CS2(g) + 3 O2(g) → CO2 (g) + 2 SO2(g) ∆H = - 445 kJ
Energi Ikatan () :
O ═ O = 495
S ═ O = 323
C ═ O = 799
Tentukan nilai energi ikatan C ═ S !
Jawab :
S ═ C ═ S + 3 (O ═ O) → O ═ C ═ O + 2 (O ═ S ═ O) ∆H =
- 445 kJ
∆Hreaksi=(energi total pemutusan ikatan) - (energi
total pembentukan ikatan)
445 = (2 × EC═S + 3 × EO═O) - (2 × EC═O + 4 × ES═O)
445 = (2 × EC═S + 3 × 495) - (2 × 799 + 4 × 323)
445 = 2 × EC═S + 1485 - 1598 - 1292
EC═S =
Jadi, energi ikatan C ═ s = 480
VIII. ENTALPI BERDASARKAN KALOR
Hukum kekekalan energi menjelaskan bahwa energi tidak
dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi hanya dapat diubah dari
bentuk energi yang satu menjadi bentuk energi yang lain. Nilai energi suatu
materi tidak dapat diukur, yang dapat diukur hanyalah perubahan energi (ΔE).
Demikian juga halnya dengan entalpi, entalpi tidak dapat diukur, kita hanya
dapat mengukur perubahan entalpi (ΔH).
ΔH = Hp – Hr
dengan:
ΔH = perubahan entalpi
Hp = entalpi produk
Hr = entalpi reaktan atau pereaksi
a. Bila H produk > H reaktan, maka ΔH bertanda
positif, berarti terjadi penyerapan kalor dari lingkungan ke sistem.
b. Bila H reaktan > H produk, maka ΔH bertanda
negatif, berarti terjadi pelepasan kalor dari sistem ke lingkungan.
Secara matematis, perubahan entalpi (ΔH) dapat
diturunkan sebagai berikut.
H = E + W (1)
Pada tekanan tetap:
ΔH = ΔE + PΔV (2)
ΔE = q + W (3)
Wsistem = –PV (4)
Substitusi persamaan (3) dan (4) dalam persamaan (2):
H = (q + W) + PΔV
H = (q – PΔV) + PΔV
H = q
Jadi, pada tekanan tetap, perubahan entalpi (ΔH) sama
dengan kalor (q) yang diserap atau dilepas (James E. Brady, 1990).
Macam-macam reaksi kimia berdasarkan kalor yang
dibebaskan/kalor yang diserap (Martin S. Silberberg, 2000):
a. Reaksi kimia yang membutuhkan atau menyerap kalor
disebut reaksi endoterm.
Contoh:
Reaksi pemutusan ikatan pada molekul unsur H2 adalah:
H2 → 2 H ΔH = +a kJ
Reaksi endoterm dengan ΔH bertanda positif (+).
b. Reaksi kimia yang membebaskan kalor disebut reaksi
eksoterm.
Contoh:
Reaksi pembentukan ikatan pada molekul unsur H2
adalah:
2H → H2 ΔH = –a kJ
Reaksi eksoterm dengan ΔH bertanda (–).
Diagram entalpi (diagram tingkat energi)
Entalpi = H = Kalor reaksi pada tekanan tetap = Qp
Perubahan entalpi adalah perubahan energi yang
menyertai peristiwa perubahan kimia pada tekanan tetap.
a. Pemutusan ikatan membutuhkan energi (= endoterm)
Contoh: H2 ® 2H - a kJ ; DH= +akJ
b. Pembentukan ikatan memberikan energi (= eksoterm)
Contoh: 2H ® H2 + a kJ ; DH = -a kJ
IX. ISTILAH PERUBAHAN ENTALPI
9.1 Entalpi Pembentakan Standar ( DHf ):
DH untak membentuk 1 mol persenyawaan langsung dari
unsur-unsurnya yang diukur pada 298 K dan tekanan 1 atm.
Contoh: H2(g) + 1/2 O2(g) ® H20 (l) ; DHf = -285.85 kJ
9.2 Entalpi Penguraian:
DH dari penguraian 1 mol persenyawaan langsung menjadi
unsur-unsurnya (= Kebalikan dari DH pembentukan).
Contoh: H2O (l) ® H2(g) + 1/2 O2(g) ; DH = +285.85 kJ
9.3 Entalpi Pembakaran Standar ( DHc ):
DH untuk membakar 1 mol persenyawaan dengan O2 dari
udara yang diukur pada 298 K dan tekanan 1 atm.
Contoh: CH4(g) + 2O2(g) ® CO2(g) + 2H2O(l) ; DHc =
-802 kJ
9.4 Entalpi Reaksi:
DH dari suatu persamaan reaksi di mana zat-zat yang
terdapat dalam persamaan reaksi dinyatakan dalam satuan mol dan
koefisien-koefisien persamaan reaksi bulat sederhana.
Contoh: 2Al + 3H2SO4 ® Al2(SO4)3 + 3H2 ; DH = -1468 kJ
9.5 Entalpi Netralisasi:
DH yang dihasilkan (selalu eksoterm) pada reaksi
penetralan asam atau basa.
Contoh: NaOH(aq) + HCl(aq) ® NaCl(aq) + H2O(l) ; DH =
-890.4 kJ/mol
9.6 Hukum Lavoisier-Laplace
"Jumlah kalor yang dilepaskan pada pembentukan 1
mol zat dari unsur-unsurya = jumlah kalor yang diperlukan untuk menguraikan zat
tersebut menjadi unsur-unsur pembentuknya."
Artinya : Apabila reaksi dibalik maka tanda kalor yang
terbentuk juga dibalik dari positif menjadi negatif atau sebaliknya
Contoh:
N2(g) + 3H2(g) ® 2NH3(g) ; DH = - 112 kJ
2NH3(g) ® N2(g) + 3H2(g) ; DH = + 112 kJ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar